^Back To Top
foto1 foto2 foto3 foto4 foto5
.:. Selamat datang di situs resmi SMA Muhammadiyah Tarakan :: The Real School  .:.

100 Tahun Muhammadiyah

Jika dihitung sejak kelahirannya tanggal 18 Nopember 1912 Maka 18 Nopember 2012 ini Muhammadiyah genap berusia 100 tahun atau satu abad. Sebagian masyarakat ada yang belum memahami usia seabad Muhammadiyah. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tarakan Syamsi Sarman, kepada Radar menerangkan bahwa jika dihitung berdasarkan tahun Hijriyah, Muhammadiyah lahir tahun 1330 H, maka tahun 1430 H yang lalu Muhammadiyah sudah berumur seabad atau sekarang tahun 1433 H berarti sudah seabad 3 tahun. Nah, seabad sekarang ini adalah perhitungan berdasarkan tahun Masehi atau Miladiyah 1912-2012. “Milad seratus tahun atau seabad yang diperingati sekarang ini adalah perhitungan berdasarkan tahun Masehi atau Miladiyah, 1912-2012,” kata Syamsi.

Bagaimana mengukur sukses perjalanan seabad Muhammadiyah, Syamsi menjelaskan,”Meskipun tidak saya uraikan secara angka-angka statistik, saya kira masyarakat bisa melihat secara nyata seluruh karya amal usaha yang telah dilakukan para pimpinan dan kader Muhammadyah bersama-sama dengan masyarakat. Dibidang pendidikan ada ribuan sekolah dari TK/RA/PG hingga perguruan tinggi. Dibidang kesehatan dan kesejahteraan sosial, ada ratusan rumah sakit, klinik bersalin, klinik umum, balai kesehatan, panti usuhan, panti singgah dan tempat penitipan anak. Dibidang ekonomi, ada koperasi, mini market, pom bensin, baitul maal dan persawahan dan perkebunan. Dll. Di Tarakan sendiri Muhammadiyah sudah berkiprah sejak tahun tujuhpuluhan. Sekarang sudah memiliki 3 TK ABA, 2 SD, 2 SMP dan 1 SMA. 7 buah masjid dan mushola, 1 unit koperasi serta 2 panti asuhan. Ada puluhan pengajian cabang dan ranting yang menyebar hingga di kelurahan-kelurahan. Insya Allah tahun 2013 nanti Muhammadiyah Tarakan akan membuka perguruan tinggi untuk program pendidikan. Sarana prasarana dan SDM nya sudah dipersiapkan, dan sekarang sedang dalam proses pengusulan legalitas formalnya.”

 

Namun secara umum Syamsi menyatakan bahwa ukuran keberhasilan misi persyarikatan Muhammadiyah dalam kiprahnya membangun bangsa dan negara ini sebagaimana tergambar dari tujuan organisasinya yakni mewujudkan masyarakat Islam yang sebanar-benarnya. “Kalau dilihat dari konteks tujuannya, berarti kami tidak bermaksud ingin memuhammadiyahkan masyarakat Tarakan. Kami bukan ingin menjadikan orang Tarakan ini menjadi anggota Muhammadiyah semua, bukan. Tetapi kami berjuang lewat persyarikatan Muhammadiyah, supaya bagaimana umat Islam ini menjalankan ajaran agamanya dengan sebenar-benarnya. Kalau umat islam di Tarakan ini sudah melaksanakan perintah-perintah agama dan menjauhi larangan-larangan agama, berarti misi Muhamamdiyah sudah tercapai meskipun mereka tidak harus menjadi anggota Muhammadiyah dulu. Adapun yang mau bergabung menjadi anggota Muhammadiyah itu adalah mereka yang senang berorganisasi, senang beramal sosial, senang kumpul-kumpul pengajian. Dan ingat kata Syamsi,”Tidak ada gaji atau honornya. Pimpinan atau pengurus Muhammadiyah tidak ada yang digaji. Justru diharuskan berinfaq untuk membantu persyarikatan. Sebagaimana pesan sang pendirinya K.H.Ahmad Dahlan “HIDUP-HIDUPILAH MUHAMMADIYAH JANGAN MENCARI HIDUP DI MUHAMMADIYAH”. Lantas, bagaimana yang bekerja di Muhammadiyah seperti guru misalnya. Syamsi menjelaskan,”Mereka tenaga profesional, maka diperlakukan secara profesional. Ada gaji dan honor yang dibayarkan sesuai bidang profesi mereka.”

 

Qur'an Digital

Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)."(Ali-Imran 53)

Photo Gallery

Pengunjung

412459
Your IP: 54.205.211.87
Server Time: 2019-01-17 23:27:42
Copyright © 2014. SMA Muhammadiyah Tarakan